EFEKTIFKAH PENUTUPAN JALAN PROTOKOL DI JAKARTA UNTUK
MENGURANGI KEMACETAN………
Kombes Pol Martinus Sitompul menilai kebijakan
pelarangan kendaraan sepeda motor dibuat setelah pemerintah melakukan
kajian-kajian.Sejauh ini, dia melihat efektivitas penerapan sebesar 30 persenuntuk
membantu terurainya simpul-simpul kemacetan. "Tentu kebijakan itu hasil
dari kajian-kajian selama ini. Kita berharap ada pengurangan kendaraan pribadi.
Sejauh ini, efektifitas hampir 30 persen. Ini bisa membantu terurainya
simpul-simpul kemacetan tersebut,"kata Kombes Pol Martinus Sitompul. Kebijakan penutupan jalan
protokol di MH Thamrin hingga Merdeka Barat masih dalam tahap sosialisasi.
Sosialisasi ini masih akan diberlakukan selama satu bulan ke depan.Selama 24
jam dalam satu bulan satuan polisi akan terus melakukan pengarahan dan
pemberitahuan kepada para pengendara motor.Kendaraan roda dua yang boleh
melintas di jalan protokol hanya petugas kepolisian dan Patwal TNI yang
bertugas mengawasi jalan protokol dari pengguna motor yang nekat melanggar.
Seperti yang kita tahu efektif per tanggal 17 Desember 2014,
Dishub DKI telah meresmikan uji coba pelarangan sepeda motor melaju di jalur
protokol MH. Thamrin sampai dengan jalan Merdeka Barat. Karena dianggap efektif
mengurangi kemacetan….percobaan akan terus dilanjutkan ketahap 2 hingga 4
nantinya. “Nanti jalan yang akan
diterapkan aturan itu meluas ke wilayah lain,”ujar Direktur Lalu
Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Restu Mulya Budianto, Senin (5/1/2015).wilayah
yang menjadi target penutupan untuk sepeda motor kedepan yakni :
Jakarta
Selatan dan Jakarta Timur dengan detil lokasi Jalan Industri, Jalan Angkasa,
Jalan Garuda, Jalan Bungur Selatan, Jalan Otista, Jalan Minangkabau, Jalan Dr
Soepomo, Jalan Dr Sahardjo, dan Jalan Jenderal Sudirman. Keputusan akan dijalankan
secara resmi setelah seluruh evaluasi dinyatakan berhasil. Jika lolos dari sana
maka target kedua yaitu jalan Sudirman serta Semanggi.
sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar