Rabu, 03 Juli 2013

PERAN SEKTOR LUAR NEGERI PADA PEREKONOMIAN

BAB 7
PERAN SEKTOR LUAR NEGERI PADA PEREKONOMIAN

1.      PERDAGANGAN ANATAR NEGARA
Kerja sama dalam bentuk hubungan dagang antarnegara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini disebabkan setiap negara tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Selain itu, juga disebabkan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki, iklim, letak geografis, jumlah penduduk, pengetahuan, dan teknologi. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan munculnya perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan.
·         Tujuan transaksi jual-beli internasional antara lain:
1.       Mendapat barang dan jasa yang dibutuhkan
2.      Mendapat laba/keuntungan yang diharapan
3.      Mengimpor teknologi modern
4.      Memperoleh manfaat dari spesialisasi (memperoleh barang dan jasa yang tidak bisa di produksi sendiri)
·         Manfaat Perdagangan Internasional :
a.       Saling mendapat petukaran teknologi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi
b.      Menjalin persahabatan
c.       Dapat membuka lapangan pekerjaan
d.      Dapat menambah jumlah dan kualitas barang
e.       Meningkatkan penyebaran sumber daya alam melalui batas negara
2.      HAMBATAN-HAMBATAN PERDAGANGAN ANTAR NEGARA
a.    Hambatan Tarif
Tarif adalah suatu nilai tertentu yang dibebankan kepada suatu komoditi luar negeri tertentu yang akan memasuki suatu negara (komoditi impor ). Tarif sendiri ditentukan dengan jumlah yang berbeda untuk masing- masing komoditi impor.
b.   Hambatan Quota
Quota termasuk jenis hambatan perdagangan luar negeri yang lazim dan sering diterapkan oleh suatu negara untuk membatasi masukkan komoditi impor ke negaranya. Quota sendiri dapat diartikan sebagai tindakan pemerintahan suatu negara dengan menentukan batas maksimal suatu komoditi impor yang boleh masuk ke negara tersebut. Seperti halnya tarif, tindakan quota ini tentu tidak akan menyenangkan bagi negara pengekspornya.
c.    Hambatan Dumping
Meskipun karakteristiknya tidak seperti tarif dan quota, namun dumping sering menjadi suatu masalah bagi suatu negara dalam proses perdagangan luar negerinya, seperti yang dialami baru-baru ini dimana industry sepeda Indonesia di tuduh melakukan politik dumping. Dumping sendiri diartikan sebagai suatu tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah diluar negeri dibanding harga didalam negeri untuk produk yang sama.
d.   Hambatan embargo/sanksi ekonomi
Sejarah membuktikan bahwa suatu negara yang karena tindakannya dianggap melanggar hak asasi manusia, melanggar wilayah kekuasaan suatu negara, akan menerima atau dikenakan sanksi ekonomi oleh negara yang lain (PBB). Akibat dari hambatan yang terakhir ini biasanya lebih buruk dan meluas bagi masyarakat yang terkena sanksi ekonomi dari pada akibat yang ditimbulkan oleh hambatan-hambatan perdagangan lainnya.
3.      NERACA PEMBAYARAN LUAR NEGERI INDONESIA
Neraca pembayaran merupakan suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal dan finansial, dan item-item finansial.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.
  1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
  2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.


4.      PERAN KURS VALUTA ASING
Kurs valuta asing adalah banyaknya nilai mata uang suatu negara yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan 1 unit mata uang asing. Misalnya untuk mendapatkan uang 1 US Dollar, Indonesia harus mengeluarkan uang 9000 Rupiah. Masalah kurs valuta asing ini biasanya terjadi di perdagangan antar negara-negara yang mempunya mata uang yang berbeda. Karena itulah di sebagian besar negara-negara benua Eropa telah membuat suatu mata uang yang ‘universal’ yaitu Euro.

Istilah-istilah yang berkaitan dengan kurs valuta asing :

1. Depresiasi : Turunnya nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang asing. Misalnya sebulan yang lalu 1 USD = Rp 8500,-, bulan ini menjadi 1 USD = Rp 9000,-. Artinya nilai Rupiah mengalami depresiasi

2. Apresiasi : Merupakan kebalikan dari depresiasi

3. Spot Rate : Nilai tukar yang masa berlakunya hanya selama 2 x 24 jam. Bila sudah melewati batas waktunya, nilai tukar tersebut tidak berlaku lagi. Misalnya bila pada tanggal 5 Maret 2012 kurs 1 USD = Rp 8500,-, maka setelah tanggal 7 Maret 2012 kurs tersebut sudah tak berlaku lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar