Minggu, 14 Juli 2013

Masalah Pokok Perekonomian Indonesia


BAB 9
Masalah Pokok Perekonomian Indonesia

A.     Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
·         Dua Dasar Utama Klasifikasi Pengangguran :
1.      Pendekatan Angkatan Kerja (Labour Force Approach)
2.      Pendekatan Pemanfaatan Tenaga Kerja (Labour Utilization Approach)
Dalam pendekatan ini angkatan kerja dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
a.       Menganggur (Unemployed), yaitu mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok ini sering disebut juga pengangguran terbuka (open Unemployment). Berdasarkan kelompok ini, tingkat pengguran di Indonesia umumnya relative rendah, yaitu 3% – 5% per tahun.
b.      Setengah Menganggur (Underemployed), yaitu mereka yang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Artinya, jam kerja mereka dalam sminggu kurang dari 35 jam. Berdasarkan kelompok ini, tingkat pengangguran di Indonesia relative tinggi, karena angkanya berkisar 35% per tahun.
c.       Bekerja penuh (Employed), yaitu orang – orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu.

·         Jenis – Jenis Pengangguran
1.      Pengangguran Friksional  (Frictional Unemployment). Adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
2.      Pengangguran Struktural (Struktural Unemployment). Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti: Akibat permintaan berkurang, Akibat kemajuan dan penggunaan teknologi & Akibat kebijakan pemerintah.
3.      Pengangguran Siklus. Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).
4.      Pengangguran Konjungtural (Cycle Unemployment). Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
5.      Pengangguran Musiman. Adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.
6.      Pengangguran Teknologi. Adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
7.      Pengangguran Struktual. Adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

·         Sebab-Sebab Terjadinya Pengganguran
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
1.      Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja.
2.      Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang.
3.      Kurangnya informasi.
4.      Tidak adanya sistem penerimaan pulik.
5.      Pendidikan dan ketrampilan yang rendah.
6.      Pengusaha yang selalu ingin mengejar keuntungan dengan cara melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi.
7.      Teknologi yang semakin maju yang belum terimbangi oleh kemampuan manusia.
                                                       
·         Dampak-Dampak Dari Pengangguran
1.      Pendapatan Nasiomal Riil (nyata) yang dicapai oleh masyarakat lebih rendah dari pada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Sehingga kemakmuran yang dicapai masyarakat pun lebih rendah.
2.      Pengangguran menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
3.      Tingkat kemakmuran yang dapat dinikmati masyarakat  lebih rendah daripada tingkat kemakmuran yang mungkin dicapainya.

·         Upaya Mengatasi Pengangguran
1.      Meningkatkan mobilitas modal dan tenaga kerja
2.      Memberikan informasi yang cepat jika ada lowongan pekerjaan disektor lain
3.      Mengembangkan usaha mandiri dan usaha kecil
4.      Melakukan pelatihan dibidang keterampilan lain,untuk memanfaatkan waktu hingga musimm tertentu
5.      Mengintensifkan program keluarga berencana

·         Ciri ciri pengangguran
1.       Suka berkumpul dalam jumlah yang banyak sambil bercerita tentang harta dan kekayaan orang lain;
2.       Banyak bicara kurang bergerak;
3.       Jumlah penduduk yang tidak seimbang.

B.     Inflasi
Inflasi menurut A.P. Lehnerinflasi adalah keadaan dimana terjadi kelebihan permintaan (Excess Demand) terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan. Ahli yang lain yaitu Ackley memberi pengertian inflasi sebagai suatu kenaikan harga yang terus menerus daribarang dan jasa secara umum (bukan satu macam barang saja dan sesaat). Sedangkan menurut Boediono, inflasi sebagai kecenderungan dari harga-hargauntuk naik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barangsaja tidak dapat disebut inflasi, kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada ataumengakibatkan kenaikan sebagian besar dari barang-barang lain. Inflasi dapat di artikan sebagai suatu proses meningkatnya harga-harga secaraumum dan terus-menerus atau inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uangsecara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkatharga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi.
·         Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah sebagai berikut: 
1.      Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa ;
2.      Tuntutan kenaikan upah dari pekerja;
3.      Kenaikan harga barang impor ;
4.      Penambahan penawaran uang dengan cara mencetak uang baru ;
5.      Kekacauan politik dan ekonomi seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya angka inflasi mencapai 70%.

C.     KETERKAITAN ANTARA INFLASI DENGAN PENGANGGURAN
Teori inflasi, A.W. Phillips berhasil menemukan hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan tingkat perubahan upah nominal. Penemunannya ini diperolehnya dari hasil pengolahan data empirik perekonomian inggris untuk periode 1861-1957. Kurva yang menggambarkan hubungan di antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dinamakan kurva Phillips. Kurva phillips yang menghubungkan persentase perubahan tingkat upah nominal dengan tingkat pengangguran seperti diuraikan di atas biasa disebut dengan kurva phillips dalam bentuk asli. Di samping itu, ada juga kurva phillips dalam bentuk versi baru yang biasa disebut dengan kurva phillips yang sudah direvisi yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi .
·         Argumentasi untuk menjelaskan kurva phillips di atas dirumuskan dengan formulasi sebagai berikut: Laju inflasi = Tingkat kenaikan upah – Tingkat kenaikan produktivitas

SUMBER :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar