BAB 9
Masalah Pokok
Perekonomian Indonesia
A. Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang
tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat
memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan
nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal
yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
·
Dua
Dasar Utama Klasifikasi Pengangguran :
1. Pendekatan Angkatan Kerja (Labour
Force Approach)
2. Pendekatan Pemanfaatan Tenaga Kerja
(Labour Utilization Approach)
Dalam
pendekatan ini angkatan kerja dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
a. Menganggur (Unemployed), yaitu
mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok
ini sering disebut juga pengangguran terbuka (open Unemployment). Berdasarkan
kelompok ini, tingkat pengguran di Indonesia umumnya relative rendah, yaitu 3%
– 5% per tahun.
b. Setengah Menganggur (Underemployed),
yaitu mereka yang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Artinya, jam
kerja mereka dalam sminggu kurang dari 35 jam. Berdasarkan kelompok ini,
tingkat pengangguran di Indonesia relative tinggi, karena angkanya berkisar 35%
per tahun.
c. Bekerja penuh (Employed), yaitu
orang – orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu.
·
Jenis
– Jenis Pengangguran
1. Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment). Adalah
pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan
pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
2. Pengangguran Struktural (Struktural
Unemployment). Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur
ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa
diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti: Akibat permintaan berkurang,
Akibat kemajuan dan penggunaan teknologi & Akibat kebijakan pemerintah.
3. Pengangguran Siklus. Adalah
pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena
terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan
masyarakat (aggrerat demand).
4. Pengangguran Konjungtural (Cycle
Unemployment). Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang
(naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
5. Pengangguran Musiman. Adalah
pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim
tanam ke musim panen.
6. Pengangguran Teknologi. Adalah
pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia
menjadi tenaga mesin-mesin.
7. Pengangguran Struktual. Adalah
pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga
permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
·
Sebab-Sebab
Terjadinya Pengganguran
Faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang
dengan Kesempatan Kerja.
2. Struktur Lapangan Kerja Tidak
Seimbang.
3. Kurangnya informasi.
4. Tidak adanya sistem penerimaan
pulik.
5. Pendidikan dan ketrampilan yang
rendah.
6. Pengusaha yang selalu ingin mengejar
keuntungan dengan cara melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi.
7. Teknologi yang semakin maju yang
belum terimbangi oleh kemampuan manusia.
·
Dampak-Dampak
Dari Pengangguran
1. Pendapatan Nasiomal Riil (nyata)
yang dicapai oleh masyarakat lebih rendah dari pada pendapatan potensial
(pendapatan yang seharusnya). Sehingga kemakmuran yang dicapai masyarakat pun
lebih rendah.
2. Pengangguran menyebabkan kegiatan
perekonomian menurun sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
3. Tingkat kemakmuran yang dapat
dinikmati masyarakat lebih rendah
daripada tingkat kemakmuran yang mungkin dicapainya.
·
Upaya
Mengatasi Pengangguran
1. Meningkatkan mobilitas modal dan
tenaga kerja
2. Memberikan informasi yang cepat jika
ada lowongan pekerjaan disektor lain
3. Mengembangkan usaha mandiri dan
usaha kecil
4. Melakukan pelatihan dibidang
keterampilan lain,untuk memanfaatkan waktu hingga musimm tertentu
5. Mengintensifkan program keluarga
berencana
1.
Suka berkumpul dalam jumlah yang banyak
sambil bercerita tentang harta dan kekayaan orang lain;
2.
Banyak bicara kurang bergerak;
3.
Jumlah penduduk yang tidak seimbang.
B. Inflasi
Inflasi
menurut A.P. Lehnerinflasi adalah keadaan dimana terjadi kelebihan permintaan
(Excess Demand) terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan.
Ahli yang lain yaitu Ackley memberi pengertian inflasi sebagai suatu kenaikan
harga yang terus menerus daribarang dan jasa secara umum (bukan satu macam
barang saja dan sesaat). Sedangkan menurut Boediono, inflasi sebagai
kecenderungan dari harga-hargauntuk naik secara umum dan terus menerus.
Kenaikan harga dari satu atau dua barangsaja tidak dapat disebut inflasi, kecuali
bila kenaikan tersebut meluas kepada ataumengakibatkan kenaikan sebagian besar
dari barang-barang lain. Inflasi dapat di artikan sebagai suatu proses
meningkatnya harga-harga secaraumum dan terus-menerus atau inflasi juga
merupakan proses menurunnya nilai mata uangsecara kontinu. Inflasi adalah
proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkatharga. Artinya,
tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi.
·
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah
sebagai berikut:
1. Tingkat pengeluaran agregat yang
melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa ;
2. Tuntutan kenaikan upah dari pekerja;
3. Kenaikan harga barang impor ;
4. Penambahan penawaran uang dengan
cara mencetak uang baru ;
5. Kekacauan politik dan ekonomi
seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya angka inflasi
mencapai 70%.
C.
KETERKAITAN ANTARA INFLASI DENGAN PENGANGGURAN
Teori inflasi,
A.W. Phillips berhasil menemukan hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan
tingkat perubahan upah nominal. Penemunannya ini diperolehnya dari hasil
pengolahan data empirik perekonomian inggris untuk periode 1861-1957. Kurva yang menggambarkan hubungan di
antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dinamakan kurva Phillips. Kurva phillips
yang menghubungkan persentase perubahan tingkat upah nominal dengan tingkat
pengangguran seperti diuraikan di atas biasa disebut dengan kurva phillips
dalam bentuk asli. Di samping itu, ada juga kurva phillips dalam bentuk versi
baru yang biasa disebut dengan kurva phillips yang sudah direvisi yang
digunakan untuk mengukur tingkat inflasi .
·
Argumentasi untuk menjelaskan kurva phillips di atas
dirumuskan dengan formulasi sebagai berikut: Laju inflasi = Tingkat kenaikan upah –
Tingkat kenaikan produktivitas
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar