Setiap
manusia pasti mempunyai impian, begitu juga dengan saya. Karena dengan impian
itu akan menjadi motivasi untuk terus berusaha mengejar apa yang kita impikan.
Saya mempunyai impisn untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang
professional. Tetapi impian itu terhambat, karena saya salah dalam mengambil
langkah. Seharusnya saya meneruskan bakat yang tertanam didalam diri saya,
karena sejak kecil saya sangat menyukai sepak bola. Hingga pada akhirnya saya
bergabung dengan klub sepak bola dan pernah menjuari pertandingan sepak bola
sekota Bogor sebagai juara 1. Saya sangat bangga karena perjuangan saya untuk
memasuki klub tersebut tidaklah mudah. Akan tetapi saya tidak mau putus asa,
saya terus berusaha agar bisa menjadi tim inti. Dan akhirnya kemenangan diraih.
Walaupun menang kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan, tetapi jika
kita memenangkan pertandingan suatu kepuasan dalam hidup. Tetapi manusia tidak
pernah merasa puas, oleh karena itu sampai saat ini saya masih berusaha dan
terus belajar agar impian itu dapat terwujud. Walaupun saya salah melangkah,
jika saja saya tetap berada diklub tersebut kemungkinan saya bisa menjadi
pemain sepak bola professional. Tetapi saya tidak menyerah, dan sampai kapanpun
saya tetap mencintai sepak bola, karena itulah bakat saya. Dan impian itu akan
tetap menjadi sebuah impian yang entahlah akan bisa terwujud atau tidak.
Senin, 15 Juli 2013
IMPIANKU
Setiap
manusia pasti mempunyai impian, begitu juga dengan saya. Karena dengan impian
itu akan menjadi motivasi untuk terus berusaha mengejar apa yang kita impikan.
Saya mempunyai impisn untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang
professional. Tetapi impian itu terhambat, karena saya salah dalam mengambil
langkah. Seharusnya saya meneruskan bakat yang tertanam didalam diri saya,
karena sejak kecil saya sangat menyukai sepak bola. Hingga pada akhirnya saya
bergabung dengan klub sepak bola dan pernah menjuari pertandingan sepak bola
sekota Bogor sebagai juara 1. Saya sangat bangga karena perjuangan saya untuk
memasuki klub tersebut tidaklah mudah. Akan tetapi saya tidak mau putus asa,
saya terus berusaha agar bisa menjadi tim inti. Dan akhirnya kemenangan diraih.
Walaupun menang kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan, tetapi jika
kita memenangkan pertandingan suatu kepuasan dalam hidup. Tetapi manusia tidak
pernah merasa puas, oleh karena itu sampai saat ini saya masih berusaha dan
terus belajar agar impian itu dapat terwujud. Walaupun saya salah melangkah,
jika saja saya tetap berada diklub tersebut kemungkinan saya bisa menjadi
pemain sepak bola professional. Tetapi saya tidak menyerah, dan sampai kapanpun
saya tetap mencintai sepak bola, karena itulah bakat saya. Dan impian itu akan
tetap menjadi sebuah impian yang entahlah akan bisa terwujud atau tidak.
Minggu, 14 Juli 2013
SURGANYA PARA PENIKMAT ALAM
SURGANYA PARA PENIKMAT ALAM
Tempat yang paling terindah untuk para penikmat alam adalah gunung walaupun cape,pegel,sakit,dingin dan lembab itu semua yang kurasakan saat mendaki gunung,akan tetapi itu semua akan terbayar dengan keindahan yang ada di atas puncaknya,puncak yang tingginya hingga menembus awan yang menyuguhkan pemandangan dan hamparan edelweis serta dapat merasakan sejuknya udara di atas awan,apabila sedang beruntung kita dapat melihat sang surya yang menyinari dunia terbit dan tenggelam,segala duka terhapus dengan sendirinya,begitu indahnya alam ini apabila kita menjaganya,ciptaan yang maha kuasa,yang maha agung,dan yang maha segala galanya,pemandangan yang menakjubkan yang di sebut oleh ku sebagai surga dunia.
Tempat yang paling terindah untuk para penikmat alam adalah gunung walaupun cape,pegel,sakit,dingin dan lembab itu semua yang kurasakan saat mendaki gunung,akan tetapi itu semua akan terbayar dengan keindahan yang ada di atas puncaknya,puncak yang tingginya hingga menembus awan yang menyuguhkan pemandangan dan hamparan edelweis serta dapat merasakan sejuknya udara di atas awan,apabila sedang beruntung kita dapat melihat sang surya yang menyinari dunia terbit dan tenggelam,segala duka terhapus dengan sendirinya,begitu indahnya alam ini apabila kita menjaganya,ciptaan yang maha kuasa,yang maha agung,dan yang maha segala galanya,pemandangan yang menakjubkan yang di sebut oleh ku sebagai surga dunia.
Kamu
Hidupku indah,
Dengan adanya kamu disisiku
Hariku lebih berwarna
Jangan pergi dari hidupku
Karena aku sayang kepadamu
INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL
BAB
10
INVESTASI
DAN PENANAMAN MODAL
1.
Investasi
Investasi
adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan
dan ekonomi.
Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan
suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga
sebagai penanaman modal. Berdasarkan teori ekonomi,
investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak
dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang
produksi). Contohnya membangun rel kereta
api atau pabrik.
Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus
PDB = C
+ I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada
investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential
(rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga,
dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada
pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang
lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut
akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu
perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi,
tingkat bunga menunjukkan suatu biaya
kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk
mendapatkan bunga.
·
PERANAN MODAL DALAM
MENINGKATKAN PNB (PENDAPATAN NASIONAL BRUTO)
Peranan penanaman modal dalam
meningkatkan PNB (Pendapatan Nasional Bruto) itu sangat penting, karena
Indikator utama didalam PNB adalah untuk mengukur tingkat kesehatan ekonomi
suatu kawasan. Cara mengukurnya itu, yaitu menurut besarnya perubahan PNB itu
sendiri. Peningkatan PNB itu dapat dilakukan dengan berinvestasi/ penanaman
modal dalam negeri dan modal sendiri ataupun modal bersama. Maka dari itu
peranan penanaman modal sangat penting sekali dalam meningkatkan PNB, karena
penanaman modal dapat mempermudah jalannya fungsi PNB.
2. Penanaman Modal Dalam Negeri
Pertumbuhan ekonomi adalah bagian
penting dari pembangunan sebuah negara, bahkan bisa dikatakan sebagai salah
satu indikator penting untuk menjelaskan bahwa suatu negara itu mampu secara
finansial atau sejahtera. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya hasil
riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di bidang
ekonomi, begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara
tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini, pertumbuhan ditandai
dengan masuknya dana kedalam sistem ekonomi suatu negara.
Begitu juga dengan pengalaman
Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sesudah terjadinya masa krisis
ekonomi pada tahun 1998. Kondisi tersebut bukan hanya merusak sistem ekonomi
yang terbangun selama dekade sebelumnya tetapi juga aspek lain seperti politik,
hukum, dan pemerintahan. Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya
tidak mengijinkan kita memilih atas kehendak dan keinginan sendiri. Kondisi ini
menandakan bahwa posisi tawar kita tidak menguntungkan baik secara internal
maupun eksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dan dukungan
finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah hancur dan
mempertahankan yang masih ada.
Sejumlah pemikiran untuk perbaikan
pun sudah digulirkan, sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk
memberikan sebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial
internasional dan sejumlah negara lain. Sebenarnya apa yang dibutuhkan?
Sederhana, Indonesia memerlukan ‘dana baru’ dalam bentuk investasi. Mengapa
harus investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak
mempunyai‘saving’ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Oleh
karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga
finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai menanamkan
modalnya di Indonesia.
3. Peranan Penanaman Modal Asing
Peran modal asing dalam perekonomian
atau pertumbuhan ekonomi sampai saat ini masih diperdebatkan, baik mengenai
intensitas maupun arahnya. Menurut Michael F. Todaro (1994) terdapat dua
kelompok pandangan mengenai modal asing. Pertama, kelompok yang mendukung modal
asing, mereka memandang modal asing sebagai pengisi kesenjangan antara
persediaan tabungan, devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial,
serta untuk mencapai tingkat pertumbuhan. Kedua, kelompok yang menentang modal
asing dengan perusahaan multi nasionalnya, berpendapat bahwa modal asing
cenderung menurunkan tingkat tabungan dan investasi domestik.
Selama Pembangunan Jangka Panjang I
(PJPT I), utang luar negeri berperan sebagai dana tambahan untuk mempercepat
laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia. Selama periode tersebut,
pembayaran kembali kewajiban yang terkait dengan utang luar negeri belum
diaggap beban bagi perekonomian nasional karena sebagian besar kewajiban
pembayaran utang masih terdiri dari pembayaran bunga pinjaman saja. Sejak 1990,
cicilan pokok pinjaman sudah mulai harus dibayar, tapi tabungan domestik masih
belum memadai, akibatnya total kewajiban menjadi lebih besar dari pinjaman
baru. Dengan kata lain, sejak saat itu sudah terjadi transfer negatif
modal neto (net negatif resources transfer). Transfer negatif modal neto
tersebut dibiayai dari hasil pengetatan konsumsi dalam negeri dan pengetatan
pengeluaran pemerintah sehingga kemampuan keuangan pemerintah untuk membiayai
pembangunan prasarana dan investasi sosial menjadi semakin terbatas (Arryman,
1999).
Sebagaimana halnya dengan utang luar
negeri, penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio merupakan salah
satu sumber pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penanaman
modal asing, baik penanaman modal langsung maupun investasi portofolio
diarahkan untuk menggantikan peranan dari utang luar negeri sebagai sumber
pembiayaan pertumbuhan dan pembangunan perekonomian nasional. Peran penanaman
modal asing dirasa semakin penting melihat kenyataan bahwa jumlah utang
luar negeri Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.
SUMBER:
INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL
BAB
10
INVESTASI
DAN PENANAMAN MODAL
1.
Investasi
Investasi
adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan
dan ekonomi.
Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan
suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga
sebagai penanaman modal. Berdasarkan teori ekonomi,
investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak
dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang
produksi). Contohnya membangun rel kereta
api atau pabrik.
Investasi adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus
PDB = C
+ I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada
investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential
(rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga,
dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada
pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang
lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut
akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu
perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi,
tingkat bunga menunjukkan suatu biaya
kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk
mendapatkan bunga.
·
PERANAN MODAL DALAM
MENINGKATKAN PNB (PENDAPATAN NASIONAL BRUTO)
Peranan penanaman modal dalam
meningkatkan PNB (Pendapatan Nasional Bruto) itu sangat penting, karena
Indikator utama didalam PNB adalah untuk mengukur tingkat kesehatan ekonomi
suatu kawasan. Cara mengukurnya itu, yaitu menurut besarnya perubahan PNB itu
sendiri. Peningkatan PNB itu dapat dilakukan dengan berinvestasi/ penanaman
modal dalam negeri dan modal sendiri ataupun modal bersama. Maka dari itu
peranan penanaman modal sangat penting sekali dalam meningkatkan PNB, karena
penanaman modal dapat mempermudah jalannya fungsi PNB.
2. Penanaman Modal Dalam Negeri
Pertumbuhan ekonomi adalah bagian
penting dari pembangunan sebuah negara, bahkan bisa dikatakan sebagai salah
satu indikator penting untuk menjelaskan bahwa suatu negara itu mampu secara
finansial atau sejahtera. Keberhasilan tidak akan terlihat tanpa adanya hasil
riil berupa pertumbuhan dari sesuatu yang dibangun oleh pemerintah di bidang
ekonomi, begitu juga tanpa pertumbuhan ekonomi maka pembangunan suatu negara
tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Pada kondisi ini, pertumbuhan ditandai
dengan masuknya dana kedalam sistem ekonomi suatu negara.
Begitu juga dengan pengalaman
Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini sesudah terjadinya masa krisis
ekonomi pada tahun 1998. Kondisi tersebut bukan hanya merusak sistem ekonomi
yang terbangun selama dekade sebelumnya tetapi juga aspek lain seperti politik,
hukum, dan pemerintahan. Kita dihadapkan pada banyak pilihan yang sebenarnya
tidak mengijinkan kita memilih atas kehendak dan keinginan sendiri. Kondisi ini
menandakan bahwa posisi tawar kita tidak menguntungkan baik secara internal
maupun eksternal. Secara sederhana, Indonesia memerlukan dan dan dukungan
finansial yang besar untuk bisa membangun kembali apa yang sudah hancur dan
mempertahankan yang masih ada.
Sejumlah pemikiran untuk perbaikan
pun sudah digulirkan, sampai akhirnya pemerintah mengambil pilihan untuk
memberikan sebagian hak dan wewenang tersebut kepada lembaga-lembaga finansial
internasional dan sejumlah negara lain. Sebenarnya apa yang dibutuhkan?
Sederhana, Indonesia memerlukan ‘dana baru’ dalam bentuk investasi. Mengapa
harus investasi? Karena secara perhitungan ekonomi saat itu Indonesia tidak
mempunyai‘saving’ atau tabungan untuk meredam gejolak ekonomi saat itu. Oleh
karena itu, salah satu cara yang ditempuh adalah dengan bantuan lembaga
finansial internasional dan mengundang sejumlah investor untuk mulai menanamkan
modalnya di Indonesia.
3. Peranan Penanaman Modal Asing
Peran modal asing dalam perekonomian
atau pertumbuhan ekonomi sampai saat ini masih diperdebatkan, baik mengenai
intensitas maupun arahnya. Menurut Michael F. Todaro (1994) terdapat dua
kelompok pandangan mengenai modal asing. Pertama, kelompok yang mendukung modal
asing, mereka memandang modal asing sebagai pengisi kesenjangan antara
persediaan tabungan, devisa, penerimaan pemerintah, keterampilan manajerial,
serta untuk mencapai tingkat pertumbuhan. Kedua, kelompok yang menentang modal
asing dengan perusahaan multi nasionalnya, berpendapat bahwa modal asing
cenderung menurunkan tingkat tabungan dan investasi domestik.
Selama Pembangunan Jangka Panjang I
(PJPT I), utang luar negeri berperan sebagai dana tambahan untuk mempercepat
laju pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia. Selama periode tersebut,
pembayaran kembali kewajiban yang terkait dengan utang luar negeri belum
diaggap beban bagi perekonomian nasional karena sebagian besar kewajiban
pembayaran utang masih terdiri dari pembayaran bunga pinjaman saja. Sejak 1990,
cicilan pokok pinjaman sudah mulai harus dibayar, tapi tabungan domestik masih
belum memadai, akibatnya total kewajiban menjadi lebih besar dari pinjaman
baru. Dengan kata lain, sejak saat itu sudah terjadi transfer negatif
modal neto (net negatif resources transfer). Transfer negatif modal neto
tersebut dibiayai dari hasil pengetatan konsumsi dalam negeri dan pengetatan
pengeluaran pemerintah sehingga kemampuan keuangan pemerintah untuk membiayai
pembangunan prasarana dan investasi sosial menjadi semakin terbatas (Arryman,
1999).
Sebagaimana halnya dengan utang luar
negeri, penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio merupakan salah
satu sumber pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Penanaman
modal asing, baik penanaman modal langsung maupun investasi portofolio
diarahkan untuk menggantikan peranan dari utang luar negeri sebagai sumber
pembiayaan pertumbuhan dan pembangunan perekonomian nasional. Peran penanaman
modal asing dirasa semakin penting melihat kenyataan bahwa jumlah utang
luar negeri Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan.
SUMBER:
Masalah Pokok Perekonomian Indonesia
BAB 9
Masalah Pokok
Perekonomian Indonesia
A. Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang
tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat
memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan
nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal
yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
·
Dua
Dasar Utama Klasifikasi Pengangguran :
1. Pendekatan Angkatan Kerja (Labour
Force Approach)
2. Pendekatan Pemanfaatan Tenaga Kerja
(Labour Utilization Approach)
Dalam
pendekatan ini angkatan kerja dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
a. Menganggur (Unemployed), yaitu
mereka yang sama sekali tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Kelompok
ini sering disebut juga pengangguran terbuka (open Unemployment). Berdasarkan
kelompok ini, tingkat pengguran di Indonesia umumnya relative rendah, yaitu 3%
– 5% per tahun.
b. Setengah Menganggur (Underemployed),
yaitu mereka yang bekerja, tetapi belum dimanfaatkan secara penuh. Artinya, jam
kerja mereka dalam sminggu kurang dari 35 jam. Berdasarkan kelompok ini,
tingkat pengangguran di Indonesia relative tinggi, karena angkanya berkisar 35%
per tahun.
c. Bekerja penuh (Employed), yaitu
orang – orang yang bekerja penuh atau jam kerjanya mencapai 35 jam per minggu.
·
Jenis
– Jenis Pengangguran
1. Pengangguran Friksional (Frictional Unemployment). Adalah
pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan
pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.
2. Pengangguran Struktural (Struktural
Unemployment). Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur
ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa
diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti: Akibat permintaan berkurang,
Akibat kemajuan dan penggunaan teknologi & Akibat kebijakan pemerintah.
3. Pengangguran Siklus. Adalah
pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena
terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan
masyarakat (aggrerat demand).
4. Pengangguran Konjungtural (Cycle
Unemployment). Adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang
(naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
5. Pengangguran Musiman. Adalah
pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim
tanam ke musim panen.
6. Pengangguran Teknologi. Adalah
pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia
menjadi tenaga mesin-mesin.
7. Pengangguran Struktual. Adalah
pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga
permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
·
Sebab-Sebab
Terjadinya Pengganguran
Faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:
1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang
dengan Kesempatan Kerja.
2. Struktur Lapangan Kerja Tidak
Seimbang.
3. Kurangnya informasi.
4. Tidak adanya sistem penerimaan
pulik.
5. Pendidikan dan ketrampilan yang
rendah.
6. Pengusaha yang selalu ingin mengejar
keuntungan dengan cara melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi.
7. Teknologi yang semakin maju yang
belum terimbangi oleh kemampuan manusia.
·
Dampak-Dampak
Dari Pengangguran
1. Pendapatan Nasiomal Riil (nyata)
yang dicapai oleh masyarakat lebih rendah dari pada pendapatan potensial
(pendapatan yang seharusnya). Sehingga kemakmuran yang dicapai masyarakat pun
lebih rendah.
2. Pengangguran menyebabkan kegiatan
perekonomian menurun sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
3. Tingkat kemakmuran yang dapat
dinikmati masyarakat lebih rendah
daripada tingkat kemakmuran yang mungkin dicapainya.
·
Upaya
Mengatasi Pengangguran
1. Meningkatkan mobilitas modal dan
tenaga kerja
2. Memberikan informasi yang cepat jika
ada lowongan pekerjaan disektor lain
3. Mengembangkan usaha mandiri dan
usaha kecil
4. Melakukan pelatihan dibidang
keterampilan lain,untuk memanfaatkan waktu hingga musimm tertentu
5. Mengintensifkan program keluarga
berencana
1.
Suka berkumpul dalam jumlah yang banyak
sambil bercerita tentang harta dan kekayaan orang lain;
2.
Banyak bicara kurang bergerak;
3.
Jumlah penduduk yang tidak seimbang.
B. Inflasi
Inflasi
menurut A.P. Lehnerinflasi adalah keadaan dimana terjadi kelebihan permintaan
(Excess Demand) terhadap barang-barang dalam perekonomian secara keseluruhan.
Ahli yang lain yaitu Ackley memberi pengertian inflasi sebagai suatu kenaikan
harga yang terus menerus daribarang dan jasa secara umum (bukan satu macam
barang saja dan sesaat). Sedangkan menurut Boediono, inflasi sebagai
kecenderungan dari harga-hargauntuk naik secara umum dan terus menerus.
Kenaikan harga dari satu atau dua barangsaja tidak dapat disebut inflasi, kecuali
bila kenaikan tersebut meluas kepada ataumengakibatkan kenaikan sebagian besar
dari barang-barang lain. Inflasi dapat di artikan sebagai suatu proses
meningkatnya harga-harga secaraumum dan terus-menerus atau inflasi juga
merupakan proses menurunnya nilai mata uangsecara kontinu. Inflasi adalah
proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkatharga. Artinya,
tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukkan inflasi.
·
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi adalah
sebagai berikut:
1. Tingkat pengeluaran agregat yang
melebihi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa ;
2. Tuntutan kenaikan upah dari pekerja;
3. Kenaikan harga barang impor ;
4. Penambahan penawaran uang dengan
cara mencetak uang baru ;
5. Kekacauan politik dan ekonomi
seperti yang pernah terjadi di Indonesia tahun 1998. akibatnya angka inflasi
mencapai 70%.
C.
KETERKAITAN ANTARA INFLASI DENGAN PENGANGGURAN
Teori inflasi,
A.W. Phillips berhasil menemukan hubungan yang erat antara tingkat pengangguran dengan
tingkat perubahan upah nominal. Penemunannya ini diperolehnya dari hasil
pengolahan data empirik perekonomian inggris untuk periode 1861-1957. Kurva yang menggambarkan hubungan di
antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dinamakan kurva Phillips. Kurva phillips
yang menghubungkan persentase perubahan tingkat upah nominal dengan tingkat
pengangguran seperti diuraikan di atas biasa disebut dengan kurva phillips
dalam bentuk asli. Di samping itu, ada juga kurva phillips dalam bentuk versi
baru yang biasa disebut dengan kurva phillips yang sudah direvisi yang
digunakan untuk mengukur tingkat inflasi .
·
Argumentasi untuk menjelaskan kurva phillips di atas
dirumuskan dengan formulasi sebagai berikut: Laju inflasi = Tingkat kenaikan upah –
Tingkat kenaikan produktivitas
SUMBER :
Langganan:
Komentar (Atom)