Pro dan Kontra kenaikan harga BBM
Kenaikan harga BBM adalah tindakan ekstrem. Di tengah turunnya harga
minyak dunia, pemerintah justru menaikkan harganya. Reversi minyak Indonesia
hanya 48 persen. Coba bayangkan, dari 100 barel minyak yang dikonsumsi,
Indonesia hanya dapat 48 barel minyak baru.seharusnya kenaikan harga BBM ini
diimbangi dengan perbaikan di berbagai bidang. Misalnya, membuat transportasi
umum menjadi nyaman sehingga lebih banyak orang tertarik menggunakannya.
Tujuan dari pemerintah menaikan harga bbm adalah untuk menyelamatkan
keuangan negara.Alasan yang sangat logis dan bisa di terima,akan tetapi tidak
semua masyarakat bisa menerima itu.
Dari kalangan yang kontra atau tidak setuju terhadap kenaikan harga BBM,
diantaranya adalah sebagian anggota DPR. Ada yang mengatakan bahwa kebijakan
kenaikan harga BBM kurang tepat untuk saat ini, karena akan menambah beban
rakyat yang sedang menghadapi berbagai tekanan ekonomi seperti kenaikan harga
pangan. Beberapa alasan yang dikemukakan dari kalangan ibu rumah tangga,
petani, mahasiswa, elite politik, LSM maupun kalangan masyarakat lainnya yang
tidak setuju terhadap adanya kenaikan harga BBM bersubsidi antara lain :
1. Akan
mengakibatkan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok rakyat,
2. Pemerintah
terlalu terburu-buru menerbitkan kebijakan,
3. Pemerintah
malas dan hanya mencari jalan pintas,
4. Akan
mengakibatkan semakin meluasnya masalah kemiskinan,
5. Dapat
memicu konflik sosial dalam masyarakat,
6. Memperparah
masalah pengangguran,
7. Akan
memicu kenaikan harga barang lainnya, biaya transportasi dan inflasi
Di pihak yang pro sudah
jelas pemerintah dengan perangkatnya beserta jajarannya akan mendukung kenaikan
harga BBM bersubsidi karena gaji mereka dibayar dari APBN dan mereka pula yang
menerbitkan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi untuk menyelamatkan APBN.
Selama APBN aman, gaji mereka tetap aman. Namun bukan alasan itu yang menjadi
dasar kebijakan kenaikan harga BBM. Kebijakan itu dikeluarkan setelah melalui
kajian dan berbagai pertimbangan yang masak serta dengan memperhitungkan dampak
positif dan negatifnya yang memang pada akhirnya kenaikan harga BBM lah yang
dianggap paling tepat untuk dilakukan. Tujuannya bukan hanya untuk
menyelamatkan APBN, tapi juga untuk menyelamatkan penyelenggaraan kegiatan
negara lainnya seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi dan
lainnya. Bahkan Kadin ikut menganjurkan agar pemerintah menaikkan harga BBM
untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha. Dari kalangan masyarakat yang
setuju dengan kenaikan BBM antara lain diperoleh pendapat bahwa harga BBM wajar
naik karena harga minyak mentah yang merupakan bahan pokoknya juga meningkat.
Pendapat lain mengatakan harga BBM perlu naik agar masyarakat berhemat dan
efisien dalam menggunakan BBM. Sementara seorang PNS mengatakan bahwa ia setuju
harga BBM naik, karena mengurangi subsidi untuk BBM yang akan terbuang percuma,
lebih baik dana subsidi digunakan untuk kesehatan atau pendidikan. Pendapat
yang lebih ekstreem berpendapat bahwa sebaiknya subsidi sebaiknya dihapus,
dananya dialihkan untuk BLT dan harga BBM disesuaikan dengan harga pasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar