Rabu, 24 Desember 2014

PRO DAN KONTRA KENAIKAN HARGA BBM




Pro dan Kontra kenaikan harga BBM
Kenaikan harga BBM adalah tindakan ekstrem. Di tengah turunnya harga minyak dunia, pemerintah justru menaikkan harganya. Reversi minyak Indonesia hanya 48 persen. Coba bayangkan, dari 100 barel minyak yang dikonsumsi, Indonesia hanya dapat 48 barel minyak baru.seharusnya kenaikan harga BBM ini diimbangi dengan perbaikan di berbagai bidang. Misalnya, membuat transportasi umum menjadi nyaman sehingga lebih banyak orang tertarik menggunakannya.
Tujuan dari pemerintah menaikan harga bbm adalah untuk menyelamatkan keuangan negara.Alasan yang sangat logis dan bisa di terima,akan tetapi tidak semua masyarakat bisa menerima itu.
Dari kalangan yang kontra atau tidak setuju terhadap kenaikan harga BBM, diantaranya adalah sebagian anggota DPR. Ada yang mengatakan bahwa kebijakan kenaikan harga BBM kurang tepat untuk saat ini, karena akan menambah beban rakyat yang sedang menghadapi berbagai tekanan ekonomi seperti kenaikan harga pangan. Beberapa alasan yang dikemukakan dari kalangan ibu rumah tangga, petani, mahasiswa, elite politik, LSM maupun kalangan masyarakat lainnya yang tidak setuju terhadap adanya kenaikan harga BBM bersubsidi antara lain :
1.       Akan mengakibatkan efek berantai terhadap harga kebutuhan pokok rakyat,
2.       Pemerintah terlalu terburu-buru menerbitkan kebijakan,
3.       Pemerintah malas dan hanya mencari jalan pintas,
4.       Akan mengakibatkan semakin meluasnya masalah kemiskinan,
5.       Dapat memicu konflik sosial dalam masyarakat,
6.       Memperparah masalah pengangguran,
7.       Akan memicu kenaikan harga barang lainnya, biaya transportasi dan inflasi
Di pihak yang pro sudah jelas pemerintah dengan perangkatnya beserta jajarannya akan mendukung kenaikan harga BBM bersubsidi karena gaji mereka dibayar dari APBN dan mereka pula yang menerbitkan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi untuk menyelamatkan APBN. Selama APBN aman, gaji mereka tetap aman. Namun bukan alasan itu yang menjadi dasar kebijakan kenaikan harga BBM. Kebijakan itu dikeluarkan setelah melalui kajian dan berbagai pertimbangan yang masak serta dengan memperhitungkan dampak positif dan negatifnya yang memang pada akhirnya kenaikan harga BBM lah yang dianggap paling tepat untuk dilakukan. Tujuannya bukan hanya untuk menyelamatkan APBN, tapi juga untuk menyelamatkan penyelenggaraan kegiatan negara lainnya seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi dan lainnya. Bahkan Kadin ikut menganjurkan agar pemerintah menaikkan harga BBM untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha. Dari kalangan masyarakat yang setuju dengan kenaikan BBM antara lain diperoleh pendapat bahwa harga BBM wajar naik karena harga minyak mentah yang merupakan bahan pokoknya juga meningkat. Pendapat lain mengatakan harga BBM perlu naik agar masyarakat berhemat dan efisien dalam menggunakan BBM. Sementara seorang PNS mengatakan bahwa ia setuju harga BBM naik, karena mengurangi subsidi untuk BBM yang akan terbuang percuma, lebih baik dana subsidi digunakan untuk kesehatan atau pendidikan. Pendapat yang lebih ekstreem berpendapat bahwa sebaiknya subsidi sebaiknya dihapus, dananya dialihkan untuk BLT dan harga BBM disesuaikan dengan harga pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar