Nama
kelompok : Andre Pratama
Kiranda Sasmita
1. Etika
atau adat istiadat yang berlaku di indonesia?
Bagi orang Minang duduk tagak
beradat, makan minum beradat, berbicara beradat, berjalan beradat, menguap
beradat dan batuk saja pun bagi orang Minang beradat. Aturan-aturan itu
biasanya disebutkan dalam bentuk Pepatah-petitih, mamang dan bidal serta pantun
Sebagai perbandingan dapat kita
lihatkan perbedaan BUDAYA antar bangsa. Orang Barat/Indonesia umumnya menganut
paham "LADY FIRST", Bundo Kanduang yang utama, tapi orang Jepang
menganut paham Kesatria, OTOKO NO ICHIBAN, prialah yang nomor satu. Karenanya
kalau naik mobil wanitalah yang naik kemudian, pria Jepanglah yang naik duluan.
Kita jangan tersinggung melihat adegan yang demikian.
Begitu juga orang Minang kalau
makan, Bapak-bapaknya dulu, "kami bialah kudian" kata ibu-ibu, tapi
di tempat lain adalah "Lady First". Dalam hal yang demikian ini Adat
Minangkabau mengajarkan :
Lain padang lain belalang
Lain lubuk lain ikannya.
Di sini kita akan menunjukkan bahwa
"Adat Minang" sebenarnya tidak pernah komplikasi dengan adat lain
manapun apalagi akan berkonfrontasi, sebab adat Minang mempunyai daya lentur
yang amat tinggi yang memungkinkan ia hidup berabad-abad lamanya sampai
sekarang. Namun demikian daya lentur (fleksibilitas) adat Minang itu mempunyai
klasifikasi tersendiri, mulai dari yang agak kaku (rigid) sampai pada yang
sangat luwes.
Sumber :
http://www.warsidi.com/2012/09/download-psak-isak-exposure-draft.html
https://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/.../Dampak-Implementasi-IFRS.doc
https://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/.../Dampak-Implementasi-IFRS.doc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar