BAB
6
ANGGARAN
PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), adalah rencana
keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.
APBN
berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan
pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari – 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan
Pertanggungjawaban APBN
setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.
·
Fungsi Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN) adalah sebagai berikut:
- Fungsi alokasi, yaitu penerimaan yang berasal dari pajak dapat dialokasikan untuk pengeluaran yang bersifat umum, seperti pembangunan jembatan, jalan, dan taman umum.
- Fungsi distribusi, yaitu pendapatan yang masuk bukan hanya digunakan untuk kepentingan umum,tetapi juga dapat dipindahkan untuk subsidi dan dana pensiun.
- Fungsi stabilisasi, yaitu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berfungsi sebagai pedoman agar pendapatan dan pengeluaran keunagn negara teratur sesuai dengan di terapkan.Jika pemndapatan dipakai sesuai dengan yang di terapkan, Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berfungsi sebagai stabilisator.
A.
PERKEMBANGAN DANA PEMBANGUNAN INDONESIA
Dari
segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN adalah konsep perencanaan
pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena iyulah APBN selalu disususn
setiap tahun.
Maka secara gari besar APBN terdiri dari pos – pos seperti dibawah ini :
Maka secara gari besar APBN terdiri dari pos – pos seperti dibawah ini :
·
Dari
sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan
pembangunan
·
Sedangkan
dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran
pembangunan
APBN disusun agar
pengalokasian dana pembangunan dapat berjalan dengan memperhatikan prinsip
berimbang dan dinamis. Hal tersebut perlu diperhatikan mengingat tabungan
pemerintah yang berasal dari selisih antara penerimaan dalam negeri dengan
pengeluaran rutin, belum sepenuhnya menutupi kbutuhan biaya pembangunan di
Indonesia.
Meskipun dari PELITA
ke PELITA jumlah tabungan pemerintah sebagia sumber pembiayaan pembangunan
terbesar, terus mengalami peningkatan namun kontribusinya terhadap keseluruhan
dana pembangunan yang dibutuhkan masih jauh dari yang diharapkan. Dengan kata
lain ketergantungan dana pembangunan terhadap sumber lain, dalam hal ini
pinjamanan luar negeri masih cukup besar. Namun demikian mulai tahun terakhir
PELITA, prosentase tabungan pemerintah sudah mulai lebih besar dibanding
pinjaman luar negeri. Hal ini tidak terlepas dari peranan sektor migas yang
saat itu sangat dominan, serta dengan dukungan beberapa kebijakan pemerintah
dalam masalah perpajakan dan upaya peningkatan penerimaan negara lainnya. Untuk
menghindari terjadinya deficit anggaran pembangunan, Indonesia masih
mengupayakan sumber dana dari luar negeri, dan meskipun IGGI ( Inter
Govermmental Group on Indonesia ) bukan lagi menjadi forum Internasional yang
secara formal membantu pembiayaan pembangunan di Indonesia, namun dengan
lahirnya CGI ( Consoltative Group on Indonesia ) kebutuhan pinjaman luar negeri
sebagai dana pembangunan masih dapat diharapkan. Yang perlu diingat bahwa
sebaiknya pinjaman tersebut ditempatkan sebagai pelengkap pembangunan dan peran
tabungan pemerintahlah yang tetap harus dominan, bukan sebaliknya.
B.
PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN
Dalam
penyusunan anggaran (budget), menurut Munandar (2001 : 17) yang berwenang dan
bertanggung jawab atas penyusunan anggaran serta kegiatan penganggaran lainnya
adalah di tangan pimpinan tertinggi perusahaan. Hal tersebut disebakan karena
pimpinan tertinggi perusahaanlah yang paling berwenang dan bertanggung jawab
atas kegiatan-kegiatan secara keseluruhan. Namun dalam menyiapkan dan menyusun
anggaran (budget) serta kegiatan-kegiatan penganggaran lainnya tidak harus
ditangani sendiri oleh pimpinan tertinggi perusahaan, melainkan dapat
didelegasikan kepada bagian lain dalam perusahaan. Menurut Mas’ud Machfoedz
(1989 : 4), dalam penyusunan anggaran, terdapat hal-hal yang penting yang harus
diperhatikan diantaranya :
- Harus selalu diingat bahwa anggaran merupakan bagian dari sistem yang lebih besar.
- Dalam penyusunan angaran harus sudah ditentukan terlebih dahulu tujuan pokok perusahaan.
- Setelah ditentukan tujuan pokok perusahaan, maka disusun beberapa alternatif program, setelah itu ditentukan program-program mana yang paling mungkin dilaksanakan.
- Program pada umumnya meliputi kegiatan untuk beberapa tahun, oleh karena itu program harus dibagi-bagi secara tahunan.
C. PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
Untuk memperoleh hasil perkiraan
penerimaan Negara,ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan.Hal-hal
tersebut adalah:
Penerimaan Dalam Negeri dari Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan
adalah :
·
Produksi
minyak rata-rata per hari
·
Harga
rata-rata ekspor minyak mentah
Penerimaan Dalam Negeri diluar Migas
Faktor-faktor yang dipertimbangkan adalah :
·
Pajak
penghasilan
·
Pajak
pertambahan nilai
·
Bea masuk
·
Cukai
·
Pajak ekspor
·
Pajak bumi
dan bangunan
·
Bea materai
·
Pajak
lainnya
·
Penerimaan
bukan pajak
·
Penerimaan
dari hasil penjualan BBM
D.
PERKIRAAN PENGELUARAN
Secara garis
besar,pengeluaran Negara dikelompokkan menjadi dua yakni :
1. Pengeluaran
rutin Negara
Pengeluaran rutin Negara adalah pengeluaran yang dapat
dikatakan selalu ada dan telah terencana sebelumnya secara rutin, diantaranya:
·
Pengeluaran
untuk belanja pegawai
·
Pengeluaran
untuk belanja barang
·
Pengeluaran
untuk subsidi daerah otonom
·
Pengeluaran
untuk membayar bunga dan cicilan hutang
·
Pengeluaran
lain lain
2. Pengeluaran Pembangunan
Secara garis besar,yang termasuk dalam pengeluaran
pembangunan diantaranya adalah:
·
Pengeluaran
pembangunan untuk berbagai departemen/lembaga Negara, diantaranya untuk
membiayai proyek-proyek pembangunan sektoral yang menjadi tanggung jawab
masing-masing departemen/lembaga Negara bersangkutan.
·
Pengeluaran
pembangunan untuk anggaran pembangunan daerah (Dati I dan II)
·
Pengeluaran
pembangunan lainnya
Beberapa sektor perekonomian yang umumnya terpengaruh
oleh besar atau kecilnya pengeluaran negara, antara lain :
·
Sektor
produksi
·
Sektor
distribusi
·
Sektor
konsumsi masyarakat
·
Sektor
keseimbangan perekonomian
·
Jenis –
jenis pengeluaran Negara menurut sifatnya meliputi :
1. Pengeluaran Investasi yaitu pengeluaran yang
ditujukan untuk menambah kekuatan dan ketahanan ekonomi di masa datang.
2. Pengeluaran Penciptaan Lapangan Kerja yaitu
pengeluaran untuk menciptakan lapangan kerja, serta memicu peningkatan kegiatan
perekonomian masyarakat.
3. Pengeluaran Kesejahteraan Rakyat yaitu pengeluaran yang mempunyai
pengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
4. Pengeluaran Penghematan Masa Depan yaitu pengeluaran yang tidak
memberikan manfaat langsung bagi negara, namun bila dikeluarkan saat ini akan
mengurangi pengeluaran pemerintah yang lebih besar di masa yang akan datang.
5. Pengeluaran Yang Tidak Produktif yaitu
pengeluaran yang tidak memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,
namun diperlukan oleh pemerintah.
E.
DASAR PERHITUNGAN PERKIRAAN PENERIMAAN NEGARA
·
Metode Pendapatan
Pendapatan nasional
merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest,
profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama
satu periode.
Y = r + w + i + p
·
Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional
merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh
rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama
satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)
·
Pendapatan perkapita
Adalah besarnya pendapatan
rata-rata penduduk di suatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil
pembagian Pendapatan Nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara
tersebut. Pendapatan perkapita juga merefleksikan PDB per kapita. Pendapatan
perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat
pembangunan sebuah negara, semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin
makmur negara tersebut.
Sumber: