Nama Anggota Kelompok :
1. Kiranda Sasmita ( 24212109 )
2. Andre Pratama ( 20212814 )
Perbandingan 3 Bursa Efek Dunia
1. BURSA EFEK AMERIKA SERIKAT (AMEX)
1. BURSA EFEK AMERIKA SERIKAT (AMEX)
American Stock Exchange (AMEX)
adalah merupakan bursa efek Amerika yang terletak di
kota New York. AMEX adalah merupakan suatu organisasi yang dimiliki oleh
para anggotanya . Hingga tahun 1929 AMEX ini dikenal dengan nama New York
Curb Exchange. Sejarah AMEX diawali pada masa kolonial dimana
pada saat itu para pialang saham menciptakan pasar informal untuk
memperdagangkan sekuriti pemerintah.
AMEX
diawali pada tahun 1842 berupa pasar pada trotoar di jalan Broad
Street yang terletak dekat gedung bursa. Para pialang berkumpul
disekeliling tiang lampu dan kotak pos, menahan terpaan angin dan kedinginan,
dengan memegang daftar saham yang akan dijual. Dengan meningkatnya kegiatan
perdagangan, teriakan-teriakan para pialang yang menawarkan sahamnya makin riuh
rendah. pada tahun 1921 pasar tersebut pindah kedalam gedung yang
terletak di jalanTrinity Place nomer 86 di kota Manhattan. Acungan
tangan masih digunakan selama beberapa dekade walaupun mereka telah menggunakan
tempat baru. Bangunan tersebut pada tahun 1978 dinyatakan oleh Pemerintah
Amerika sebagai bangunan bersejarah nasional.
v Ketentuan
Pelaporan Keuangan
Sistem
akuntansi di Amerika Serika sangat mirip dengan di Inggris, mungkin ini sebagai
dampak dari sejarah dan hubungan investasi diantara kedua negara tersebut. Sama
halnya dengan bahasa dan sistem hukum dari Amerika Serikat yang berasal dari
Inggris, jadi sebagai bapak pendiri sistem akuntansi amerika serikat, termasuk
pelopor seperti Arthur Young (lulusan universitas Glasgow tahun 1880-an).
Meskipun demikian Amerika Serikat lebih banyak mengadaftasikan dibandingkan
dengan menerima tradisi akuntansi Inggris.
Di
Amerika Serikat, akuntansi lebih fokus pada perusahaan besar dan ketertarikan
investor, kebutuhan kreditor dan pengguna yang lainnya. Informasi yang relevan
untuk kebutuhan bisnis adalah subyek puncak untuk batasan kemampuan
kembali. Pasar sekuritas berpengaruh dominan terhadap peraturan akuntansi
di Amerika Serikat. Keamanan dan perlindungan investor diatur dan diwajibkan
pada tingkat pemerintah federal di bawah Securites Act of 1933 dan Securities
Act of 1934.
The
Securites and Exchange Commision (SEC) didirikan dengan toritas yang sah
untuk mewajibkan hukum dan rumus sekuritas sama halnya dengan mewajibkan
standar akuntansi. Meskipun, SEC diperkenalkan sebagai otoritas prinsip-prinsip
akuntansi diterima umum (Generally Aceppted Accounting Principles/GAAP) yang
dijadikan standar oleh Financial Accounting Standards Board
(FASB), yang didirikan pada tahun 1973.
FASB
merupakan pendekatan yang sangat terbuka untuk seting standar yang dikenal
sebagai operasi “in the sunshine” Semua pertemuan terbuka
untuk umum, dan berbagai opini dicari dalam kerumitan “due
process” untuk memastikan bahwa kepentingan publik telah dilayani dengan
baik. Untuk membantu merumuskan standar-standar baru dan meningkatkan yang
telah ada. FASB telah mengembangkan konsep kerangka kerja yang eksplist mengenai
objektivitas dan kualitas karakteristik untuk pelaporan keuangan. FASB
mengumumkan Statement of Financial Accounting Standards
(SFAS). Standar FASB sangat detail dan juga banyak perbandingan, contohnya
Standar Inggris.
Akuntansi
di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (Badan Standar Akuntansi
Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi – FSAB), namun sebuah
lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange
Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.
Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan
sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan
Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk
mengatur audit dan auditor perusahaan publik.
Perusahaan
di AS dibentuk berdasarkan hukum negara bagian, bukan hukum federal. Setiap
negara bagian memiliki hukum perusahaannya sendiri. Secara umum, hukum berisi
ketentuan minimal atas pencatatan akuntansi dan penerbitan laporan keuangan
secara periodik. Banyak hukum perusahaan ini yang tidak ditegakkan secara
ketat, dan laporan yang diserahkan kepada badan-badan lokal sering kali tidak
tersedia untuk publik.
Karenanya,
ketentuan pelaporan keuangan dan audit tahunan secara realitas hanya tedapat
pada tingkat federal, seperti yang ditentukan oleh SEC. SEC memiliki kekuasaan
atas perusahaan-perusahaan yang mencatatkan sahamnya pada bursa-bursa efek AS
dan perusahaan yang sahamnya diperdagangkan over the counter. Perusahaan dengan
kewajiban terbatas lainnya tidak menghadapi ketentuan wajib untuk pelaporan
keuangan, sehingga menbuata Amerika Serikat terlihat tidak normal menurut
Standar Internasional.
Laporan keuangan yang
seharusnya dibuat oleh perusahan di Amerika Serikat meliputi
komponen:
a) Laporan
manajemen
b) Laporan
auditor independen
c) Laporan
keuangan utama (laporan laba rugi, lapooran arus kas, laporan laba komprehensif,
dan laporan ekuitas pemegang saham)
d) Diskusi
manajemen dan analisis atau hasil operasi dan kondisi keuangan
e) Pengungkapan
atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting
terhadap lapopran keuangan.
terhadap lapopran keuangan.
f) Catatan
atas laporan keuangan
g) Perbandingan
data keuangan tertentu selama lima atausepuluh tahun
h) kuartal
terpilih
Laporan
keuangan konsolidasi bersifat wajib dan laporan keuangan AS yang diterbitkan
biasanya tidak memuat hanya laporan induk perusahaan saja. Aturan konsolidasi
mengharuskan seluruh anak perusahaan yang dikendalikan (yaitu dengan
kepemilikan yang melebihi 50% dari saham dengan hak suara) harus
dikonsolidasikan secara penuh, walaupun operasi anak perusahaan tersebut tidak
homogen. Laporan keuangan intern (kwartalan) diwajibkan untuk perusahaan yang
sahamnya tercatat pada bursa efek utama. Laporan ini biasanya hanya berisi
laporan keuangan ringkas yang tidak diaudit dan komentar manajemen secara
singkat.
Pengukuran
dengan dasar akrual sangat luas dan pengakuan transaksi dan peristiwa sangat
bergantung pada konsep penandingan. Jika perubahan dalam praktik atau prosedur
terajadi, maka perubahan dan pengaruhnya harus diungkapkan. Penggabungan usaha
harus dicatat sebagai sebuah pembelian. Goodwill dikapitalisasi sebagai
perbedaan antara nilai wajar pemberian yang diberikan dalam pertukaran dan
nilai wajar aktifa bersih yang diperoleh (termasuk aktifa tidak berwujud
lainnya).
Goodwill
tersebut harus dikaji ulang terhadap penurunan nilai tiap tahunnya dan dihapus
bukukan dan dibebankan ke dalam laba jika nilai bukunya melebihi nilai
wajarnya. Translasi mata uang asing mengikuti ketentuan dalam SFAS No. 52, yang
menggunakan mata uang fungsional anak perusahaan luar negeri untuk menentukan
metodologi translasi.
2.
BURSA EFEK MALAYSIA (MYX)
KLSE
dimulai pada tahun 1930 ketika
Asosiasi Broker Saham Singapura didirikan sebagai satu lembaga resmi sekuritas
di Tanah Melayu.
Pada tahun 1937, ia terdaftar kembali
sebagai Asosiasi Broker Saham Tanah Melayu, tetapi ia masih tidak
memperdagangkan saham-saham publik.
Pada
tahun 1960, Bursa Saham Tanah
Melayu telah didirikan dan perdagangan saham publik dimulai pada 9 Mei. Pada tahun 1961, sistem papan telah diperkenalkan di
mana dua buah kamar dagangan, masing-masing satu di Singapura dan Kuala Lumpur,
telah terhubung oleh barisan-barisan online telepon terus menjadi satu pasar
tunggal dengan saham-saham serupa dan saham-saham tercantum di satu set harga
yang tunggal di kedua papan.
Bursa
Saham Malaysia telah dibentuk secara resmi pada tahun 1964 dan pada tahun
berikut, dengan pemisahan Singapura dari Malaysia, bursa saham terus berfungsi
di bawah Bursa Saham Malaysia dan Singapura (SEMS).
Pada
tahun 1973, dengan penghentian saling-bisa-mata uang antara Malaysia dan
Singapura, SEMS terpisah menjadi dua, Bursa Saham Kuala Lumpur Bhd (KLSEB)
dan Bursa
Efek Singapura (SES). Perusahaan-perusahaan Malaysia terus
terdaftar di SES dan sebaliknya. Sebuah perusahaan berhad baru menurut gerenti,
Bursa Saham Kuala Lumpur (BSKL) mengambil alih operasi sebagai bursa saham
KLSEB. Pada tahun 1994, perusahaan ini diubah namanya sebagai Bursa Saham Kuala
Lumpur.
Bursa
Saham Kuala Lumpur menjadi satu perubahan yang mutual dan telah diubah namanya
sebagai Bursa Malaysia pada tahun 2004. MYX mengandung satu papan utama, satu
papan kedua dan papan MESDAQ dengan jumlah permodalan pasar RM700 miliar
(AS$189
miliar). Pada tahun 2005, Bursa Malaysia telah terdaftar sendiri di 18 Maret.
Pada 28 April, Bursa Malaysia memperkenalkan CBRS, satu skema yang mengijinkan
semua investor untuk memasuki laporan-laporan penelitian perusahaan-perusahaan
terdaftar Bursa dengan pembayaran gratis.
Indeks pasar saham pertama
untuk Bursa Malaysia adalah Indeks
Komposit Kuala Lumpur (KLCI). Namun, pada Juni 2006, satu seri
indeks baru dikembangkan secara bersama oleh Bursa Malaysia dan FTSE berkumpul
telah diperkenalkan. Pada 7 November, indeks komposit akhirnya mencapai 1.000
poin dan ditutup pada 1.003,28. Ia adalah sebagian didorong oleh dagangan kokoh
semalaman Wall Street. KLCI adalah diperkirakan untuk menyetujui 1.000 tanda
lagi. Saat di pertengahan-Maret 2007, permodalan pasar diperkirakan berjumlah
RM927.8 milyar (AS$270 miliar).
v Ketentuan
Pelaporan Keuangan
Pada
tahun 1957 Malaysia mendapat kedaulatan dari Britanian. Hukum dan sistem yang
dianut malaysia berasal dari Negara Inggris. Tahun 1967 para akuntan mendirikan
institusi yaitu Malaysia Institude of Accountant (MIA), sebagai otoritas yang
meregulasi profesi akuntansi. Kemudian pada tahun 1997 Malaysia
merestrukturisasi sistem akuntansinya dengan membentuk FRF dan MASB yang
menetapkan standar akuntansi di Malaysia.
Malaysian
Accounting Standart Board (MASB) adalah badan independen yang di ciptakan untuk
mengambil otoritas MIA dalam mengatur standar akuntansi di Malaysia,
sedangkan Financial Reporting Foundation (FRF) bertugas untuk mengawasi
pekerjaan MASB tetapi tidak terlibat dalam proses mengatur standarnya.
Berikut beberapa Fungsi dan
kekuasaan MASB yang disediakan di bawah UU adalah untuk:
1. Masalah
standar akuntansi baru yang disetujui standar akuntansi dan untuk meninjau,
merevisi atau mengadopsi standar akuntansi yang ada yang disetujui standar
akuntansi;
2. Mengeluarkan
pernyataan prinsip-prinsip pelaporan keuangan;
3. Membuat
perubahan-perubahan terhadap standar akuntansi yang diusulkan dianggap perlu
MASB memiliki dua set standar akuntansi disetujui,
yaitu:
a. MASB
Disetujui Standar Akuntansi Entitas Selain Entitas Swasta - Standar Pelaporan
Keuangan (FRSs); dan
b. MASB
Disetujui Standar Akuntansi Entitas Swasta - Badan Standar Pelaporan Swasta
(PERSs).
Kemudian pada
tahun 2008 FRF dan MASB telah mengumumkan pernyataan tentang rencana membawa
Malaysia untuk konvergensi penuh dengan International Financial Reporting
Standard (IFRS) tepatnya pada tanggal 1 januari 2012. Untuk
memfasilitasi perubahan bertahap ke IFRS, tanggal efektif untuk menerapkan FRS
139 Financial Instruments: Pengakuan dan Pengukuran (setara Malaysia dari IAS
39) akan menjadi 1 Januari 2010. Dengan menerapkan FRS 139 tahun 2010, dan
lebih lanjut 2 tahun untuk mengadopsi standar yang tersisa, tahun 2012
dipertimbangkan sebagai tanggal yang tepat untuk konvergensi.
Pada
2012, semua standar akuntansi IFRS berlaku dan disetujui perusahaan publik,
anak perusahaan, dan entitas publik akuntabel. Contoh Perusahaan rokok-Malaysia
yang terdaftar di Bursa Efek Malaysia sekarang penerapan IFRS, sedangkan
Entitas Swasta di Malaysia yang sedang menerapkan Malaysia's Private Badan
Standar Pelaporan akan diijinkan untuk terus melakukannya.
Malaysia mulai
mengkonversikan MASB dengan IFRS;
FRS 1 dengan IFRS 1 :
First-time Adoption of International Financial Reporting Standard
FRS 2 dengan IFRS 2 :
Share-basedPayment
IFRS 4 : Insurance
Contracts
FRS 5 dengan IFRS 5 :
Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations
FRS 6 dengan IFRS 6 :
Exploration forand Evaluation of Mineral Assets
IFRS 7 :
Financial Instrument : Recognition and Measurement
IFRS 8 : Operating
Segments
Beberapa praktik yang
terjadi di Malaysia :
a. Setiap
perusahan harus melaporkan laporan keuangannya, jika sudah terdaftar di pasar
modal
b. Hanya
seperempat dari total seluruh perusahaan yang melakukan penyajian informasi di
dalam laporan keuangan mengenai saham.
c.
Laporan keuangan perusahaan melaporkan
adanya analisis praktek penilaian terhadap discounted cash flow.
d. Malaysia
membuat laporan keuangan interim/ sementara.
e.
Hanya sedikit sekali perusahaan yang ada
di Malaysia yang melakukan pengungkapan dalam Kewajiban Kontingensi.
f.
Hampir tidak ada bank yang ada di
Malaysia yang mengungkapkan kebijakan akuntansi pada ketetapan kerugian
pinjaman.
3.
BURSA EFEK LONDON (LSE)
Bursa Efek
London adalah sebuah bursa saham yang terletak di London. Didirikan pada 1801,
bursa ini merupakan salah satu bursa saham terbesar di dunia, dengan banyak
pencatatan saham dari luar negeri dan juga perusahaan Britania Raya. Pada Juli
2004 Bursa Efek London pindah dari Threadneedle Street ke Paternoster Square
yang resmi dibuka oleh Ratu Elizabeth II pada 27 Juli 2004. Pada Oktober 2013
LSE membuat indeks baru, yaitu Islamic index dengan menerbitkan obligasi
syariah untuk memperkuat hubungan ekonomi yang lebih kuat dengan dunia islam
dan adanya perkembangan ekonomi syariah di dunia.
v Ketentuan
Pelaporan Keuangan
Dua sumber utama
standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi
akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara luas diatur
oleh aktiva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-undang
perusahaan disesuaikan, diperluas dan dikonsolidasikan sepanjang tahun.
Penetapan standar di Inggris berkembang dari rekomendasi atas prinsip akuntansi
(yang dikeluarkan oleh Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales)
hingga komite pembentukan Komite Pengarah Standar akuntansi (Accounting
Standards Steering Committee) pada tahun 1970, yang kemudian dinamakan sebagai
Komite Standar Akuntansi (Accounting Standards Committee—ASC). ASC mengeluarkan
Pernyataan Praktik Akuntansi Standar (Statements on Standards Accounting
Practice–SSAP). SSAP dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan akuntansi
tersebut di atas, di mana salah satunya secara efektif dapat melakukan veto
terhadap standar yang ada. Laporan Dearing, yang dikeluarkan pada tahun 1988,
mengungkapkan ketidakpuasan denbgan proses penetapan standar yang ada.
Undang-undang Perusahaan tahun 1989 merupakan hal penting tidak hanya dalam
menggabungkan Direktif Ketujuh UE, tetapi juga dalam meratifikasi rekomendasi
Laporan Dearing. Undang-undang tahun 1989 tersebut menciptakan Dewan Pelaporan
Keuangan (Finance Reporting Council–FRC) yang baru dengan tugas untuk mengawasi
tiga bagiannya:
Badan
Standar Akuntansi (Accounting Standards Committee–ASB) yang menggantikan ASC
pada tahun 1990, sebuah Gugus Tugas Masalah Mendesak (Urgent Issue Task
Force–UITF) dan sebuah Panel Pengawas Pelaporan Keuangan.
Komponen laporan
keuangan berupa :
a. Laporan
Direksi
b. Neraca
c. Laporan
Laba Rugi
d. Laporan
Arus Kas
e. Laporan
Total Keuntungan dan Kerugian Yang Diakui
f. Catatan
Atas Laporan Keuangan
g. Laporan
Auditor
Analisa Perbandingan: Dari
penjelasan di atas dapat disimpulkan bursa efek di seluruh dunia mempunyai
sistem pencatatan laporan keuangan yang beragam, ada beberpa negara yang telah
menerapkan IFRS namun ada juga di beberapa negara yang belum mengkovergensi
sistem akuntansinya kedalam standar IFRS.Walaupun demikian yang memiliki
keragaman itu tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu dapat melaporkan kondisi
keuangan secara transparan dan akuntabel.
IFAC
dan IASB
A. IFAC (Internasional Federation of Accountants)
Federasi Akuntan Internasional atau International Federation
of Accountants (IFAC) adalah organisasi global bagi profesi akuntansi. Pada
pertemuan pertama Majelis IFAC dan Dewan pada bulan Oktober 1977, program kerja
12 poin-poin yang dikembangkan untuk memandu komite IFAC dan staf melalui lima
tahun pertama kegiatan . Banyak elemen dari program kerja ini masih relevan
hingga saat ini. Dimulai dengan 63 anggota pendiri dari 51 negara pada tahun
1977 keanggotaan IFAC telah berkembang menjadi sekarang termasuk 179 anggota
dan asosiasi di 130 negara dan yurisdiksi di seluruh dunia. International
Federation of Accountants didirikan pada tanggal 7 Oktober 1977, di
Munich,Jerman, pada Kongres Dunia ke-11 Akuntan . IFAC didirikan untuk
memperkuat profesi akuntansi di seluruh dunia untuk kepentingan umum untuk :
a.
Mengembangkan
standar internasional yang berkualitas tinggi dalam audit dan jaminan,akuntansi
sektor publik, etika, dan pendidikan bagi akuntan profesional dan mendukung adopsi
mereka dan menggunakannya;
b.
Memfasilitasi
kolaborasi dan kerjasama antar instansi anggotanya;
c.
Berkolaborasi
dan bekerja sama dengan organisasi internasional lainnya; dan
d. Melayani sebagai juru bicara internasional
untuk profesi akuntansi.
Organisasi, melalui Dewan penetapan standar yang independen,
menetapkan standar internasional tentang etika, audit dan jaminan, pendidikan
akuntansi, dan akuntansi sektor publik. Hal ini juga mengeluarkan panduan untuk
mendorong kinerja berkualitas tinggi dengan akuntan profesional dalam bisnis.
IFAC didedikasikan untuk melayani kepentingan umum melalui
penguatan profesi akuntansi dan berkontribusi dalam pembangunan perekonomian
internasional. Kebanggaan tersendiri bagi Indonesia karena salah satu wakil
orang Indonesia telah menjadi akuntan Indonesia pertama yang mendapatkan
kehormatan karena berkesempatan menjadi anggota dewan IFAC. Hal ini sangat
mendukung Indonesia dalam meningkatkan nilai dan mutu profesi akuntan Indonesia
di mata Internasional. Hal tersebut juga mengukuhkan kualitas akuntan Indonesia
yang tidak kalah dengan di negara lain seperti di Eropa dan Amerika.
Untuk memastikan kegiatan IFAC dan badan pengaturan
independen standar yang didukung oleh IFAC responsif terhadap kepentingan
publik, sebuah Public Interest Oversight Board (PIOB) didirikan pada Februari
2005. IFAC dan anggotanya bekerjasama untuk mengembangkan IFACnet, yang
diluncurkan pada tanggal 2 Oktober 2006. IFACnet menyediakan akuntan
profesional di seluruh dunia dengan one-stop acces untuk berbagai sumber,
termasuk bimbingan praktek yang baik, artikel, dan alat-alat dan teknik.Di
antara inisiatif utama IFAC adalah penyelenggaraan Kongres Akuntan Dunia. IFAC
juga bekerja sama dengan organisasi regional dan mengakui pengelompokan
akuntansi. Melalui organisasi anggotanya, IFAC mewakili sekitar 2,5 juta
akuntan dalam praktek publik, pendidikan, layanan pemerintah, industri, dan
perdagangan. Selain itu IFAC menyediakan struktur dan proses yang mendukung
pengembangan standar internasional berkualitas tinggi. Standar IFAC mendukung
dalam bidang audit, jaminan, dan kontrol kualitas. Selain itu, melalui
badan-badan anggotanya, IFAC menyediakan alat dan bimbingan untuk memfasilitasi
adopsi dan dukungan penerapan standar dan mendukung akuntan profesional dalam
bisnis dan praktek-praktek kecil dan menengah. Melalui semua kegiatan yang
dilakukan, IFAC mempromosikan nilai-nilai integritas, transparansi, dan
keahlian.
Adanya penerapan suatu standar dalam kehidupan memiliki
peranan yang penting. Dengan kata lain bahwa dengan penerapan IFAC dalam
berbagai sector akan memberikan manfaat yang baik dalam sector tersebut. IFAC
menyatakan bahwa hal yang paling mudah dan mendasar untuk melindungi
kepentingan umum adalah dengan mengembangkan, mempromosikan, dan menegakkan
stadar-standar yang telah diakui secara internasional. Standar-standar yang
telah diakui secara internasional akan membantu mempromosikan pertumbuhan dan
perkembangan organisasi dari semua ukuran. Jika penerapan standar IFAC dalam
sektor swasta, akan memungkinkan pihak investor untuk membandingkan perusahaan
dengan cara yang transparan, dan dapat membuat keputusan investasi yang tepat.
Sedangkan dalam sektor publik akan membantu melindungi masyarakat dan investor
bahwa pemerintah dan badan sektor publik lainnya telah melakukan kegiatan
secara transparansi.
IFAC memiliki empat standar independen. Masing-masing
kelompok terdiri dari relawan dari seluruh dunia yang memiliki latar belakang
pengalaman. Penetapan standar ini mengikuti proses hukum yang ketat, menerima
masukkan dari kelompok-kelompok independen dan individu. Berikut empat standar
independen dalam IFAC.
1.
IAASB (The International Auditing and Assurance
Standards Board)
IAASB
adalah sebuah badan penetapan standar independen yang melayani kepentingan
publik,dengan menetapkan standar internasional berkualitas tinggi untuk audit,
jaminan, dan standar terkait lainnya, dan dengan memfasilitasi konvergensi
audit internasional dan nasional dan standar jaminan. Dengan demikian, para
IAASB meningkatkan kualitas dan konsistensi praktek di seluruh dunia dan
memperkuat kepercayaan publik dalam audit global dan profesi jaminan.
2.
IAESB
(The International Accounting
Education Standards Board)
IAESB
adalah sebuah badan penetapan standar independen yang melayani kepentingan
publik dengan menetapkan standar di bidang pendidikan akuntansi profesional
yang meresepkan kompetensi teknis dan keterampilan profesional, nilai-nilai,
etika, dan sikap.
3.
IPSASB (The International Public Sector
Accounting Standards Board)
IPSAB
adalah standar yang mengembangkan Standar Akuntansi Sektor Publik Internasional
(IPSASs), standar berbasis akrual digunakan untuk penyusunan laporan keuangan
untuk tujuan umum oleh pemerintah dan sektor publik lainnya di seluruh dunia.
Melalui standar ini, IPSASB bertujuan untuk meningkatkan kualitas, konsistensi,
dan transparansi pelaporan keuangan sektor publik di seluruh dunia. IPSASB juga
menerbitkan pedoman dan memfasilitasi pertukaran informasi antara akuntan dan
lain-lain yang bekerja di sektor publik dan mempromosikan penerimaan dan
konvergensi internasional untuk IPSASs.
4.
IESBA,
the Ethics Board (The
International Ethics Standards Board for Accountants)
IESBA
adalah sebuah badan penetapan standar independen yang melayani kepentingan
publik dengan menetapkan sesuai standar etika internasional, termasuk persyaratan
independensi auditor, untuk akuntan profesional di seluruh dunia. Ini disusun
dalam Kode Etik Akuntan Profesional.
B. IASB (International
Accounting Standard Board)
International Accounting Standard Board (IASB) merupakan suatu
lembaga independen pembentuk International Financial Reporting Standars (IFRS)
yang berlokasi di London, Inggris. IASB, didirikan pada tahun 1973 sebagai hasil
kesepakatan oleh beberapa badan akuntansi di Australia, Kanada, Prancis,
Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. IASB merupakan
suatu perusahaan swasta tidak seperti IFAC (International Federation of
Accountants). Sebelum dibentuknya IASB, lembaga yang mendahuluinya adalah
IASC (International Accounting Standards Committee). Pendirian IASB bertujuan
untuk mencapai harmonisasi prosedur dan standar akuntansi keseluruh dunia, dan
IAS dibentu koleh IASC untuk mendukung harmonisasi tersebut. International
Accounting Standard Board (IASB) merupakan suatu lembaga independen pembentuk
International Financial Reporting Standars (IFRS) yang berlokasi di London,
Inggris. IASB didirikanpada tanggal 1 April2001 sebagai penerus International
Accounting Standards Committe (IASC).
International Accounting Standards Committee (IASC)
merupakan badan swasta independen yang dibentuk tahun 1973 yang bertujuan untuk
mencapai keseragaman dalam penggunaan prinsip akuntansi yang dapat digunakan
untuk pelaporan keuangan seluruh dunia. Hasil standar (produk) yang dihasilkan
oleh IASC adalah International Accounting Standard (ISA). Anggota asli dari
IASC adalah badan akuntansi dari 9 negara : Australia, Kanada, Perancis,
Jepang, Mexico, Belanda, The United Kingdom, the United States, dan Jerman
Barat. Sejak tahun 1983, IASC telah memasukan seluruh badan akuntansi
profesional yang menjadi anggota dari International Federation of
Accountants (IFAC).
IFRS merupakan produk dari IASB (International
Accounting Standard Board). IASB adalah sebuah lembaga pembuat standar
akuntansi untuk negara-negara di kawasan Eropa. Standar yang dibuat oleh IASB,
saat itu (sebelum tahun 1990) belum diminati oleh dunia.bisnis diIndonesia. Hal
ini karena perkembangan ekonomi Amerika masih dijadikan sebagai patokan
perkembangan bisnis dunia. Pada tahun 1994, IAI baru memulai dan berkomitmen
untuk mengikuti IASB dan melakukan perubahan-perubahan secara perlahan dan
bertahap ke dalam PSAK. Berarti perkembangan sejarah akuntansi di Indonesia
telah mengalami masa-masa yang panjang dan sulit. Di awali dari belum memiliki
standar akuntansi yang jelas, hingga pada tahun 1974 mengenal US GAAP dan
menjadikan GAAP sebagai Standar Akuntansi Indonesia pada tahun 1984.
Dilanjutkan pada tahun 1994, IAI mulai berkomitmen untuk mengikuti IAS.
Hingga saat ini, IAI telah mempersiapkan PSAK yang berpedoman pada IFRS dan
akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2012.
IASB mewakili organisasi akuntansi dari sekitar 100 negara.
Dengan sedemikian luasnya dasar dukungan ini, IASB merupakan kekuatan pendorong
dalam penentuan standar akuntansi. Standar IASB sangat kompatibel dengan
standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan
negara-negara lain yang menggunakan akuntansi Anglo Saxon. Standar Pelaporan
Keuangan Internasional saat ini telah diterima secara luas di seluruh dunia.
Sebagai contoh, standar-standar itu (1) digunakan oleh banyak negara sebagai
dasar ketentuan akuntansi nasional; (2) digunakan sebagai acuan internasional
di kebanyakan negara-negara industri utama dan negara-negara pasar berkembang
yang membuat standarnya sendiri; (3) diterima oleh banyak bursa efek dan badan
regulator yang memperbolehkan perusahaan asing atau domestik untuk menyampaikan
laporan keuangan yang disusun menurut IFRS; dan (4) diakui oleh Komisi Eropa
dan badan supranasional lainnya. Pendirian IASB bertujuan untuk mencapai
harmonisasi prosedur dan standar akuntansi ke seluruh dunia, dan IAS dibentuk
oleh IASC untuk mendukung harmonisasi tersebut.
Struktur organisasi IASB terdiri
dari:
1. Badan Wali
Badan
wali IASB mengangkat anggota dewan, komite interpretasi pelaporan keuangan
internasional dan dewan penasihat standard. Perwalian bertanggung jawab untuk
mengumpulkan dana dan mengawasi serta mengevaluasi prioritas dan operasi IASB.
2. Dewan IASB
Dewan
menetapkan dan memperbaiki standard akuntansi keuangan dan pelaporan usaha.
Tanggungjawabnya meliputi ”memenuhi tanggung jawab untuk seluruh
permasahalan teknis IASB termasuk penyusunan dan penerbitan standard
Akuntansi Internasional, Standard Pelaporan Keuangan Internasional,dan draf standard,
serta persetujuan akhir atas interpretasi yang dikeluarkan oleh komite
Interpretasi Pelaporan Keuangan.” dan menyetujui proposal proyek serta metode
dan prosedur untuk mengembangkan standard. Dewan yang ditunjuk oleh Badan Wali
untuk memberikan”kombinasi terbaik yang ada dari keahlian teknik dan latar
belakang pengalaman bisnis internasional dan kondisi pasar yang relevan”.
Anggota-anggota tersebut diangkat untuk masa lima tahun, dan hanya dapat
diperpanjang satu kali.
3. Dewan
Penasihat Standard
Dewan
penasihat standard ditunjuk oleh perwalian, yang memiliki latar belakang
geografis dan profesional yang berbeda,yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang
dapat diperbaharui”. Dewan Penasihat standard umumnya bertemu tiga kali setiap
tahun. Tanggung jawabnya adalah untuk memberikan nasihat kepada dewan mengenai agenda
dan prioritasnya, untuk memberikan pandangan mengenai dewan atas ”organisasi
dan individual dalam dewan atas proyek penentuan standard utama” dan untuk
memberikan ”nasihat lainnya” kepada dewan dan perwalian.
4. Komite
Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional (IFRIC)
IFRIC
diangkat oleh perwalian. IFRIC menginterpretasikan ”Penerapan Standard
Akuntansi Internasional dan standar pelaporan keuangan internasional dalam
konteks kerangka dasar IASB” menerbitkan rancangan interpretasi dan
mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk
interpretasi akhir.
Struktur IASB
yang Baru
Dewan IASB membentuk suatu kelompok
kerja strategi yang mempertimbangkan bagaimana seharusnya strategi dan struktur
IASC setelah menyelesaikan program kerja standard ini. Pada November 1999 dewan
IASC secara bulat menyetujui suatu resolusi yang mendukung usulan struktur baru
intinya adalah :
1. IASC akan
didirikan sebagai sebuah organisasi independent;
2. Organisasi
tersebut akan terdiri dari dua bagian utama, Perwalian dan Dewan, serta komite
Interpretasi tetap dan dewan penasihat standard;
3. Perwalian akan
menunjuk anggota dewan,melakukan pengawasan dan mengumpulkan dana yang
diperlukan, sedangkan dewan memiliki tanggung jawab tunggal untuk penentuan
standard akuntansi.
Sumber: